Azhari Cage Kecam Tindakan Aparat di Pidie: Kalau Rakyat Aceh Terus Dipukuli dan Ditembaki, Buat Apa Damai?

Berita6 Dilihat

Azhari Cage: Kalau Rakyat Aceh Terus Dipukuli dan Ditembaki, Buat Apa Damai?

BANDA ACEH,  | Anggota DPD RI/MPR RI asal Aceh, Azhari Cage, S.IP., MAP mengecam keras dugaan tindakan kekerasan yang dilakukan oknum aparat TNI terhadap warga Gampong Pulo Keunari, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, hingga menyebabkan seorang warga meninggal dunia dan sejumlah lainnya mengalami luka-luka.

Saya dengan tegas meminta Pangdam Iskandar Muda dan Panglima TNI untuk mengambil tindakan tegas terhadap anggota TNI yang diduga terlibat dalam pemukulan dan penembakan warga tersebut.

Kita jangan terus-menerus berbicara tentang perdamaian jika masyarakat Aceh masih mengalami kekerasan hingga darah rakyat kembali tertumpah.

“Kalau masyarakat Aceh terus dipukuli dan ditembaki, buat apa Damai Aceh? Untuk apa perdamaian terus didengungkan jika rakyat masih harus menghadapi tindakan kekerasan seperti ini?” tegas Azhari Cage, Rabu (04/11/26).

Menurutnya, persoalan pengibaran bendera Bintang Bulan dalam kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Pulo Keunari harus dipahami secara bijaksana. Pemerintah dan seluruh pihak terkait perlu melihat persoalan tersebut dari sisi sejarah dan politik Aceh.

Bagaimana mungkin persoalan bendera Aceh yang telah berlangsung selama kurang lebih 20 tahun belum juga menemukan penyelesaian yang tuntas? Kondisi tersebut tentu dapat menimbulkan kekecewaan di tengah masyarakat.

Persoalan bendera Aceh bukan sekadar persoalan keamanan, melainkan juga berkaitan dengan dinamika politik dan implementasi regulasi yang telah diatur dalam Undang-Undang Pemerintahan Aceh serta Qanun Aceh.

Jika terdapat dugaan pelanggaran hukum, penanganannya harus dilakukan melalui mekanisme hukum dan aparat yang berwenang. Tidak boleh ada tindakan kekerasan yang justru mengakibatkan jatuhnya korban di tengah masyarakat.

“Sebagai senator Aceh, saya sangat sedih. Sudah 20 tahun Aceh berdamai, tetapi masih ada darah rakyat Aceh yang tertumpah akibat tindakan aparat. Kami sangat menyayangkan peristiwa ini, terlebih terjadi saat masyarakat sedang memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW,” ujarnya.

Ia menilai kejadian tersebut tidak hanya melukai perasaan masyarakat Aceh, tetapi juga mencederai semangat perdamaian yang telah dibangun dengan pengorbanan besar.

Azhari berharap pemerintah pusat benar-benar serius menyelesaikan persoalan bendera Aceh agar tidak terus menjadi sumber ketegangan dan tidak kembali memicu konflik di kemudian hari.

“Persoalan ini harus benar-benar dituntaskan. Jangan sampai kejadian serupa terulang lagi. Kita tidak ingin Aceh kembali masuk ke pusaran konflik hanya karena persoalan yang selama ini tidak kunjung diselesaikan, padahal sudah memiliki landasan dalam undang-undang dan qanun,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa Indonesia masih menghadapi berbagai persoalan kebangsaan, termasuk persoalan di Papua yang belum sepenuhnya terselesaikan.

“Jangan sampai persoalan di Aceh kembali membesar. Perdamaian harus dijaga dengan keadilan, penghormatan terhadap masyarakat, dan penyelesaian persoalan secara bermartabat. Jangan hanya berbicara tentang damai, tetapi rakyat justru kembali menjadi korban,” tutup Azhari Cage.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *