Tulang Bawang Barat, 25.02.2026 —Ketua JWI Heri Akbar, angkat bicara menanggapi keluhan masyarakat terkait semakin parahnya kerusakan infrastruktur jalan di ruas jalan penghubung Tiyuh Way sido, Kartaraharja, Sampai kelurahan daya murni akibat aktivitas kendaraan perusahaan yang bermuatan lebih (over tonase).
Pernyataan tegas ini menyusul laporan dari rekan-rekan jurnalis di lapangan yang menemukan fakta bahwa truk-truk bertonase besar milik perusahaan PT BBSW Muara sungkai, yang bebas melintas tanpa pengawasan ketat, yang tidak hanya merusak fasilitas umum tetapi juga mengancam keselamatan pengguna jalan lainnya.
“Kami menerima banyak aduan dan melihat langsung di lapangan bagaimana jalan yang baru diperbaiki kembali hancur dalam hitungan bulan. Ini akibat kendaraan perusahaan yang tonasenya jauh melampaui kelas jalan. Perusahaan tidak boleh hanya mengambil keuntungan, tapi abai terhadap dampak lingkungan dan sosial,” ujar Heri, dalam keterangan resminya,Pagi Selasa 24.Febuari.2026
Heri menekankan beberapa poin krusial dalam pernyataan persnya:
Pelanggaran Aturan ODOL: Mendesak Dinas Perhubungan dan pihak kepolisian untuk menindak tegas kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL) sesuai Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR): Meminta perusahaan-perusahaan terkait untuk bertanggung jawab atas kerusakan infrastruktur yang ditimbulkan dan tidak semata-mata mengandalkan APBD/APBN untuk perbaikan yang sifatnya berulang.
Keselamatan Masyarakat: Kerusakan jalan telah menyebabkan banyak kecelakaan lalu lintas, yang dalam beberapa kasus melibatkan rekan wartawan saat sedang bertugas melakukan liputan di wilayah tersebut.
Pengawasan Ketat: Mendorong Pemerintah Daerah untuk memasang timbangan portabel atau jembatan timbang di titik-titik strategis guna memastikan tidak ada kendaraan yang melanggar batas muatan.
“Wartawan memiliki peran sebagai kontrol sosial. Kami akan terus mengawal isu ini dan menginstruksikan seluruh anggota untuk melakukan investigasi lebih mendalam terkait izin operasional dan kepatuhan perusahaan terhadap aturan tonase jalan,” tambah Heri.
Organisasi juga mengapresiasi instruksi Presiden sebelumnya yang meminta masyarakat aktif melaporkan jalan rusak melalui platform digital, dan berkomitmen untuk menjembatani suara masyarakat tersebut melalui pemberitaan yang objektif dan berimbang.
Ketua Jajaran Wartawan Indonesia (JWI) Desak Penertiban Truk “Monster” Perusak Jalan di Tubaba
Ketua JWI Heri Akbar, angkat bicara menanggapi keluhan masyarakat terkait semakin parahnya kerusakan infrastruktur jalan di ruas jalan penghubung Tiyuh Way sido, Kartaraharja, Sampai kelurahan daya murni akibat aktivitas kendaraan perusahaan yang bermuatan lebih (over tonase).
Pernyataan tegas ini menyusul laporan dari rekan-rekan jurnalis di lapangan yang menemukan fakta bahwa truk-truk bertonase besar milik perusahaan PT BBSW Muara sungkai, yang bebas melintas tanpa pengawasan ketat, yang tidak hanya merusak fasilitas umum tetapi juga mengancam keselamatan pengguna jalan lainnya.
“Kami menerima banyak aduan dan melihat langsung di lapangan bagaimana jalan yang baru diperbaiki kembali hancur dalam hitungan bulan. Ini akibat kendaraan perusahaan yang tonasenya jauh melampaui kelas jalan. Perusahaan tidak boleh hanya mengambil keuntungan, tapi abai terhadap dampak lingkungan dan sosial,” ujar Heri, dalam keterangan resminya,Pagi Selasa 24.Febuari.2026
Heri menekankan beberapa poin krusial dalam pernyataan persnya:
Pelanggaran Aturan ODOL: Mendesak Dinas Perhubungan dan pihak kepolisian untuk menindak tegas kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL) sesuai Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan: Meminta perusahaan-perusahaan terkait untuk bertanggung jawab atas kerusakan infrastruktur yang ditimbulkan dan tidak semata-mata mengandalkan APBD/APBN untuk perbaikan yang sifatnya berulang.
Keselamatan Masyarakat: Kerusakan jalan telah menyebabkan banyak kecelakaan lalu lintas, yang dalam beberapa kasus melibatkan rekan wartawan saat sedang bertugas melakukan liputan di wilayah tersebut.
Pengawasan Ketat: Mendorong Pemerintah Daerah untuk memasang timbangan portabel atau jembatan timbang di titik-titik strategis guna memastikan tidak ada kendaraan yang melanggar batas muatan.
“Wartawan memiliki peran sebagai kontrol sosial. Kami akan terus mengawal isu ini dan menginstruksikan seluruh anggota untuk melakukan investigasi lebih mendalam terkait izin operasional dan kepatuhan perusahaan terhadap aturan tonase jalan,” tambah Heri.
Organisasi juga mengapresiasi instruksi Presiden sebelumnya yang meminta masyarakat aktif melaporkan jalan rusak melalui platform digital, dan berkomitmen untuk menjembatani suara masyarakat tersebut melalui pemberitaan yang objektif dan berimbang.
Rilis: Udin Cand






