Resahkan Warga, Lapo Tuak Berkedok Hiburan Malam Di Kartaharja Diduga Jadi Sarang Prostitusi Dan Judi Online

Uncategorized5 Dilihat

KARTARAHARJA — Warga Dusun 1, Tiyuh (Desa) Kartaraharja, Kecamatan Tulang Bawang Udik, Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) mengecam keras keberadaan warung hiburan malam berkedok Lapo Tuak yang beroperasi di lingkungan permukiman mereka.

 

Aktivitas tempat hiburan tersebut dinilai telah mengganggu ketertiban umum dan memicu keresahan mendalam bagi masyarakat setempat.

 

## Musik Bising Hingga Larut Malam

Menurut penuturan pamong setempat dan warga sekitar, lapo tersebut kerap beroperasi hingga larut malam. Suara dentuman musik yang keras serta sorak-sorai para pengunjung yang mabuk menciptakan kebisingan yang sangat mengganggu waktu istirahat warga.

 

“Suaranya sangat berisik dan mengganggu kenyamanan. Kalau ditegur, pemilik tempat tersebut, seorang wanita berinisial E, justru lebih galak dan kerap memarahi warga yang mengingatkan,” ujar salah satu warga yang meminta namanya dirahasiakan.

 

## Dugaan Prostitusi Terselubung dan Perjudian

Lebih lanjut, warga mengungkapkan bahwa tempat tersebut diduga kuat menjadi lokasi negosiasi wanita penghibur (plus-plus). Berdasarkan pantauan warga, terdapat beberapa wanita yang diduga menetap (stay) di lokasi tersebut.

 

“Banyak laki-laki asing silih berganti datang membawa kendaraan roda dua maupun roda empat. Mereka sering masuk secara sembunyi-sembunyi melalui pintu samping dekat dapur, baik siang maupun malam hari, tetapi paling ramai saat malam,” lanjut warga.

 

Selain menyajikan tuak, tempat ini juga kedapatan menjual berbagai merek minuman keras (miras) botolan secara bebas, seperti Anggur Merah, Vigour, Arak, Atlas, dan jenis lainnya. 

Lokasi ini pun disinyalir kerap menjadi sarang aktivitas negatif lain, termasuk praktik judi online (slot).

 

## LSM TRINUSA Tubaba Desak Tindakan Tegas

Menanggapi keluhan masyarakat yang berlarut-larut, Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) TRINUSA Kabupaten Tubaba, Masdar, angkat bicara secara lantang. Ia mendesak aparat penegak hukum dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Tubaba untuk segera turun tangan.

 

“Kami meminta Pemkab Tubaba dan aparat kepolisian segera menutup tempat tersebut. Ini sudah murni penyakit masyarakat yang merusak moral lingkungan. Jangan sampai ada pembiaran. Kami akan kawal masalah ini sampai tuntas demi ketenteraman warga Kartaraharja,” tegas Masdar.

 

Warga berharap pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Tumijajar dan Polres Tubaba segera melakukan razia dan mengambil tindakan hukum yang berlaku sebelum masyarakat melakukan aksi yang tidak diinginkan.

 

Rilis: Udin Candra 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *